1. PETER LUDWIG BERGER (sosiolog amerika),
"Dalam masyarakat demokrasi liberal dimana kebebasan beragama di jamin, agama tidak lagi menjadi sandaran negara karena sejalan dengan sistem kapitalisme adalah otoritas itu seperti pasar, siapa saja bebas memiliki otoritas."
2. DIANA L.ECK (the challange of pluralisme)
"Pluralisme bukan sekedar toleransi antar umat beragama, tidak pula sekedar menerima pluralitas. Dalam buku "from diversity to pluralisme". Agama agama itu sama benarnyadan tidak ada agam yang lebih benar dari agama lainnya.
3. JOHN HICK. (an interpretetion of religion)
"kebenaran itu relatif yang absolut hanya tuhan manusia tidak pernah mampu memahami tuhan dan apa yang dipahami oleh manusia hanya bersifat relatif.
--------------------------
Dr.Hamid Fahmi Zaekasyi. Direktur INSISTS, jurnal pemikiran islam republika, kamis 14 mei 2009.
-----------------------------
Di Amerika Serikat sendiri negara yang berdasarkan sekularisme secara langsung ataupin tidak agama mempengaruhi kebijakan politik setiap presiden. Misalnya ketika pemilihan calon presiden jhon carry dan jw bush mereka ditanya tentang pengaruh agama bagi mereka dalam pengambilan keputusan publuk. keduanya menjawab agama menjadi pertimbangan penting dalam setiap keputusan mereka. Bush yang dikenal sebagai neokon menjawab lebih semangat lagi "agamalah yang membuat saya bertahan di tengah berbagai gejolak yang saya hadapi.
(Republika 4 nopember 2004.)
Pada tgl 23 mei 2009 mantan presiden korsel poh moo hyo bunuh diri dengan meloncat kejurang di pegunungan dekat rumahnya " saya banyak berhutang budi pada banyak orang " Roh dituduh menerima suap dari pengusaha sepatu. Iwan Fals mengomentari : saya me aruh rasa hormat pada roh karena setidaknya roh memiliki rasa malu. Tempo, 14 - 20 sept 2009.
MITOS MAKAM MBAH PRIOK
16 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar